Cara Untung Beli Rumah Dengan KPR

Membeli rumah dengan KPR adalah pilihan yang tepat. Namun, tidak semua KPR menjadi pilihan yang tepat.

Mau tahu cara memilih KPR yang tepat? Yuk, cari tahu disini!


Mau Kredit Rumah? Ini Dia Tips KPR yang Aman

 


Reputasi suatu bank menentukan kesuksesan Anda untuk melunasi pembayaran KPR Anda kelak.

 


Pertimbangkan juga biaya di masa mendatang yang mungkin bisa mempengaruhi kemampuan Anda untuk membayar, seperti cicilan mobil, hutang-hutang, dan kebutuhan keluarga.

Jika Anda khawatir dengan ketidakpastian tingkat bunga mengambang KPR konvensional, Anda dapat memilih KPR syariah dengan bunga tetap selama masa pinjaman.

Secara umum, persyaratan dan ketentuan yang diberlakukan bank untuk pengambil KPR relatif sama, baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kredit.

Untuk mengajukan KPR, pemohon harus melampirkan:
1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah)
2. Kartu Keluarga
3. Keterangan penghasilan atau slip gaji
4. Laporan keuangan (untuk wiraswasta)
5. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp100 juta)
6. SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp50 juta).
7. Foto kopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer)
8. Foto kopi sertifikat (bila jual beli perorangan)
9. Foto kopi IMB

Pahami kapan biaya-biaya lain (seperti provisi, administrasi, asuransi jiwa, dsb) dilunasi. Ketahuilah juga hubungan biaya-biaya tersebut pada proses KPR Anda.

Bila membeli rumah dari individu, pastikan bahwa sertifikat yang ada tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan.

Bila membeli rumah dari developer, pastikan developer tersebut telah mempunyai izin-izin yang diperlukan, antara lain:
a. Izin Peruntukan Tanah: Izin Lokasi, Aspek Penatagunaan Lahan, Site Plan yang telah disahkan, dan sebagainya
b. Prasarana sudah tersedia
c. Kondisi tanah matang
d. Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer
e. IMB Induk