Mengenal Sistem KPR Syariah

Setelah mengetahui pengertian KPR Syariah, Anda mungkin bertanya-tanya mengenai sistemnya. Yuk cari tahu melalui seri infografis berikut!


Pada KPR Syariah, biasanya semakin panjang masa pinjaman, semakin tinggi pula marginnnya. Artinya, makin lama meminjam, makin besar porsi bagi hasil yang harus dibayarkan ke bank. Hal ini terkait besar kecilnya risiko buat bank.


Kesalahpahaman muncul karena melihat cicilan hanya di masa awal, saat cicilan konvensional masih rendah akibat menggunakan bunga tetap, tetapi tidak melihat cicilan setelahnya yang meningkat dengan perubahan ke bunga mengambang. Cicilan KPR konvensional dengan bunga mengambang bisa berubah setiap saat. Sehingga ada kemungkinan cicilannya bisa lebih rendah ketika bunga turun. Namun, data historis bunga KPR selama ini menunjukkan bahwa bunga mengambang selalu lebih tinggi.


Bank memberitahukan berapa margin yang akan mereka ambil dan bebankan kepada nasabah. Margin ditunjukkan di awal kredit, dan tidak akan berubah selama masa kredit.


Skema Murabahah:
Harga beli rumah Rp 100 juta. Untuk jangka waktu 5 tahun, bank syariah mengambil keuntungan/margin sebesar Rp 50 juta. Maka harga jual rumah kepada nasabah untuk masa angsuran 5 tahun adalah sebesar Rp 150 juta.
Angsuran yang harus dibayar nasabah setiap bulan adalah Rp 150 juta dibagi 60 bulan (5 tahun) = Rp 2.5 juta.